Rakyat Kalbar, Kayong Utara – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kayong Utara, Syaiful Hartadin, mengunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 12 Desa Podo Rukun Kecamatan Seponti yang diusulkan untuk direvitalisasi pada tahun 2026 melalui Kementerian Pendidikan.

 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sekolah yang dinilai sudah sangat memprihatinkan.

 

SDN 12 Podo Rukun diketahui mengalami keterbatasan fasilitas pendidikan, mulai dari ruang belajar hingga ruang guru dan kepala sekolah. Kondisi bangunan yang rusak parah turut mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

 

“Pada kenyataannya, sekolah ini memang kondisinya sudah cukup rusak parah dan sangat kekurangan ruang belajar,” ungkap Syaiful Hartadin yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gelora Kayong Utara, Sabtu (10/1/2026).

 

Ia menjelaskan, saat ini hanya terdapat tiga ruangan yang masih dapat digunakan, itupun harus dibagi untuk ruang kelas, ruang guru, serta ruang kepala sekolah. Keterbatasan tersebut dinilai tidak ideal untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang layak dan aman bagi siswa.

 

Selain itu, terdapat satu bangunan eks PAUD di lingkungan sekolah yang kondisinya nyaris roboh. Namun, pihak sekolah tidak berani membongkar bangunan tersebut karena masih berkaitan dengan prosedur penghapusan aset.

 

“Padahal jika bangunan ini dibiarkan, sangat membahayakan keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah,” tegasnya.

 

Atas kondisi tersebut, Syaiful Hartadin berharap pihak terkait dapat segera menindaklanjuti dengan langkah cepat, termasuk melakukan pembongkaran bangunan yang membahayakan serta mempercepat proses revitalisasi sekolah.

 

Ia menegaskan, pemenuhan fasilitas pendidikan yang layak merupakan tanggung jawab bersama demi menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa dalam menempuh pendidikan. (BA)