Rakyat Kalbar, Jakarta - Indonesia kian memantapkan langkah sebagai destinasi sports tourism kelas dunia. Pada penghujung 2025, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pemuda dan Olahraga resmi menandatangani Nota Kesepahaman sebagai strategi memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan wisata olahraga. Kesepakatan ini menjadi sinyal kuat bahwa olahraga dan pariwisata bukan lagi dua dunia terpisah, melainkan kekuatan besar yang saling menguatkan.

 

Sports tourism sendiri merupakan aktivitas wisata yang melibatkan partisipasi dalam event olahraga, baik sebagai atlet maupun penonton. Menurut UN Tourism, sektor ini menyumbang sekitar 10 persen dari total belanja wisata global pada 2023 dan diproyeksikan melonjak hingga 17,5 persen pada periode 2023–2030. Survei Expedia bahkan mencatat 44 persen wisatawan bersedia bepergian ke luar negeri demi menyaksikan event olahraga, dengan rata-rata pengeluaran mencapai 1.500 dolar AS per kunjungan.

 

Indonesia memiliki modal besar untuk menangkap peluang ini. Selain fasilitas olahraga ikonis di berbagai daerah, perubahan gaya hidup masyarakat turut menjadi pendorong. Survei Nielsen 2025 menunjukkan 86 persen masyarakat Indonesia kini lebih proaktif menjaga kesehatan, jauh melampaui rata-rata global. Tren ini membuka pasar luas bagi event lari, bersepeda, triathlon, yoga, hingga festival wellness yang menyatu dengan keindahan destinasi wisata.

 

Nama Mandalika menjadi contoh nyata sukses sports tourism di Tanah Air. Kawasan Destinasi Pariwisata Prioritas di Nusa Tenggara Barat ini menjelma sebagai ikon wisata olahraga dunia lewat ajang MotoGP. Dampaknya terasa langsung pada sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Okupansi hotel berbintang dan nonbintang meningkat signifikan, investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika terus mengalir, serta penyerapan tenaga kerja yang meningkat turut menekan angka kemiskinan di Lombok Tengah dan Provinsi NTB.

 

Selain MotoGP, Mandalika juga menghadirkan pengalaman unik melalui Pocari Sweat Run Mandalika. Untuk pertama kalinya digelar pada September 2025 di lintasan sirkuit MotoGP, event ini memberi sensasi berlari di salah satu aspal terbaik dunia. Mayoritas peserta datang dari luar Lombok dan mampu menghasilkan dampak ekonomi puluhan miliar rupiah. Antusiasme tinggi membuat ajang ini kembali digelar pada 11–12 Juli 2026, siap menjadi magnet baru bagi wisatawan olahraga.

 

Dari darat beralih ke air, Danau Toba juga tak kalah bersinar. Pada 2025, kawasan ini menjadi tuan rumah Aquabike Jetski World Championship dan F1 Powerboat Lake Toba. Kedua event internasional tersebut menghadirkan puluhan rider dan pembalap dari berbagai negara, sekaligus menguatkan citra Danau Toba sebagai destinasi kelas dunia. Menariknya, event ini digelar gratis dan menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, menjadikannya pesta rakyat yang sarat nilai pariwisata dan kebanggaan nasional.

 

Di ibu kota, BTN Jakarta International Marathon tampil sebagai etalase sports tourism perkotaan. Dengan lebih dari 30 ribu pelari dan predikat World Athletics Label Road Races, event ini menawarkan pengalaman unik: start dari kawasan Monas dan finish di dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan mancanegara berdampak langsung pada tingkat hunian hotel, sektor kuliner, pusat perbelanjaan, hingga destinasi hiburan di Jakarta.

 

Langit Lombok pun tak ketinggalan menjadi panggung dunia melalui Paragliding Accuracy World Cup 2025 di Sky Lancing. Diikuti atlet dari berbagai negara, ajang ini memperlihatkan keseriusan Indonesia menggarap sports tourism berbasis alam dan petualangan, sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata berkualitas di NTB.

 

Bagi pencinta tantangan alam, Indonesia juga dikenal sebagai surga trail running. Dari pantai hingga puncak gunung, berbagai event lari lintas alam siap digelar sepanjang 2026, menghadirkan kombinasi adrenalin, panorama indah, dan pengalaman budaya lokal. Nama-nama seperti Rinjani100, Merbabu Skyrace, BTR Ultra Mount Batur, hingga Dieng Caldera Race menjadi bukti bahwa sports tourism Indonesia tak hanya berkelas dunia, tetapi juga berkarakter kuat.

 

Dengan kekayaan alam, budaya, dan fasilitas yang terus berkembang, sports tourism bukan sekadar tren, melainkan masa depan pariwisata Indonesia. Kini tinggal satu pertanyaan: event olahraga mana yang akan kamu pilih untuk dijelajahi tahun ini?